TAMBANG REMBANG UNTUK INDONESIA

Deposit_Bt_Kapur

Cadangan bahan galian C yang menjadi bahan pembuatan semen seperti batu, kapur, trass, pasir kuarsa, dan tanah liat di Kabupaten Rembang sangat berlimpah.

Cadangan tereka atau cadangan yang dihitung berdasarkan penyelidikan umum, batu kapur misalnya, adalah sebesar 2.213.500.000 m3. Jika penambangan yang dilakukan terhadap bahan galian tersebut tahun 2000 hingga 2008 menghasilkan produksi sebesar 1.803.931,12 m3, berarti cadangan tersisa yang masih bisa ditambang adalah sebesar 2.211.696.068,88 m3. Demikian halnya dengan bahan galian lain.

kualitas bahan baku di Kabupaten Rembang cukup bagus. Sebagai contoh, bahan kapur yang menjadi bahan baku utama pembuatan semen memperlihatkan unsur CaO (oksida kalsium) : 51,22 hingga 58,82 %. Fe2O3 (Oksida Kalsium) : 0,05 hingga 4,41 %. Dengan kandungan oksida kalsium yang tinggi di atas 50 % dan oksida besi di bawah 4,5 % maka batu kapur di Kabupaten Rembang layak untuk dikembangkan sebagai bahan baku  semen.

Pasir kuarsa di Kabupaten Rembang memiliki kandungan SiO2 : 95,61 hingga 97,65 %. Dengan kandungan SiO2 sebesar itu masih mungkin dilakukan pencucian untuk untuk menghilangkan mineral pengotornya, maka bahan galian ini bisa digunakan sebagai bahan baku semen portland

bukti bahwa kualitas pasir kuarsa di Kabupaten Rembang layak digunakan sebagai bahan baku semen portland, dengan penambangan yang dilakukan oleh PT Indocement Tunggal Perkasa, untuk kebutuhan semen miliknya.

Bahan galian lain yang  dibutuhkan yakni trass dan tanah liat. Trass  adalah produk vulkanik berbutir halus dengan kandungan oksida silika (SiO2) yang telah mengalami pelapukan hingga derajad tertentu. Trass mempunyai sifat apabila dicampur dengan kapur padam dan air pada suhu kamar akan mengeras. Ketersediaan trass di Kab. Rembang adalah sebagai berikut, luas cadangan : 420 hektar  dan Besar cadangan tereka (penyelidikan umum tahun 2000)   sebesar   45.225.000 m3

Tanah liat merupakan bahan galian yang terbentuk dari hasil rombakan batuan yang lebih tua atau hasil pengendapan sediment halus, dengan berbagai variasi pengotornya. Cadangan tanah liat di Kab. Rembang adalah, luas cadangan: 4.607,5 hektar dan besar cadangan tereka (penyelidikan umum Tahun 2000)  : 433.025.000 m3.

Mengenai umur cadangan, sebagai bahan baku semen, batu kapur merupakan bahan utamanya dengan komposisi mencapai 70 – 75 %. Sedangkan pasir kuarsa  merupakan bahan korektif dan dalam pembuatan semen komposisi pasir kwasa sekitar 0,5 – 1%. Dengan asumsi, suatu pabrik semen mempunyai kapasitas produksi sebesar 2,5 juta ton/tahun atau 909.091 m3/tahun, maka umur cadangan batu kapur dan pasir kwarsa di Kab. Rembang sebagai bahan baku semen akan mencapai ratusan tahun.

Bagi Kabupaten Rembang, sebagai sebuah daerah yang mempunyai potensi bahan galian yang besar untuk bahan baku semen, ada berbagai keuntungan yang bisa diperoleh jika pengolahan/pembuatan semen dilakukan di Kab. Rembang.

Keuntungan tersebut antara lain, lokasi keterdapatan bahan galian tersebut mudah dijangkau sehingga pembuatan jalan tambang sebagai infrastruktur transportasi bahan galian  dari site ke pabrik juga relatif mudah dilakukan, sehingga tidak memakan biaya yang  besar. Bahkan pada umumnya jalan tambang sudah banyak tersedia, karena sejauh ini sudah ada aktivitas pertambangan untuk mengeksplotasi bahan galian tersebut.

Sebagai daerah pesisir, pendirian pabrik di sekitar wilayah pantai akan memudahkan upaya pengirimannya lewat laut. Apalagi lokasi ketersediaan bahan baku semen relatif tidak teralu jauh dari pantai. Dengan pengolahan di Rembang, resiko mengangkut bahan galian kotor dapat dikurangi, sehingga akan mengurangi biaya angkut.

Masyarakat Rembang yang bermukim di sekitar lokasi keterdapatan bahan baku semen, sudah familier dengan aktifitas pertambangan, karena selama ini sudah banyak kegiatan tambang dilakukan. Dengan demikian kemungkinan terjadi respon negatif terhadap penggalian dan pengolahan bahan tambang dalam skala besar, akan sangat kecil

Iklan

Komentar ditutup.