Rembang Menuju Sea front City

Kabupaten Rembang merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Jawa Tengah yang terletak di Pesisir Pantai Utara Jawa dengan panjang pantai ± 65 Km memiliki luas kurang lebih 101.408,283 ha. Lebih dari 52% masyarakat Kabupaten Rembang bermukim di wilayah pesisir dan sebagian besar menggantungkan hidupnya dari sumber daya yang tersedia di wilayah laut dan pesisir.

Perkembangan pembangunan di kawasan pesisir secara langsung akan mempengaruhi kondisi dan keadaan kawasan pantai. Untuk itulah Bupati Rembang H. Moch Salim mempunyai suatu konsep untuk penataan kawasan tepian laut atau Sea Front city. Menurut Bupati Konsep “Sea Front City” atau kota pantai pada hakekatnya adalah penataan kawasan yang menempatkan perairan sebagai “halaman depan” dan memanfaatkan halaman tersebut untuk kepentingan publik dan dikelola sedemikian rupa sehingga dapat menjadi sumber dana untuk ongkos pemeliharaan kebersihan, keteduhan, keindahan dan keberfungsian untuk menjaga keberlanjutan.

Menurut Bupati konsep Sea Front city merupakan implementasi dari pengelolaan wilayah pesisir. Dengan konsep Kota Pantai ini diharapkan dapat memberikan acuan pembangunan pesisir di Kabupaten Rembang dengan berorientasi bahari, bukan sekedar pembangunan fisik semata tetapi juga pola pikir semua stakeholder. Melalui konsep ini diharapkan akan mendukung penguatan kelembagaan masyarakat lokal, meningkatkan ekonomi kerakyatan, dan pada muaranya akan tercipta sinergitas pembangunan di daratan dan di lautan untuk kepentingan bersama.

Sementara itu Kepala Bappeda Ir Hari Susanto didampingi kasubid indagkop Bappeda Dedi nurcahyanto MTMA mengatakan Pembangunan Rembang Sea Front City dikembangkan dengan memperhatikan dua karakter kota pantai yaitu; di satu pihak menjadi kota berbudaya demikian juga kota pantai harus dapat mengakomodasi karakter baru kota industri, yang ditandai dengan pembangunan industrialisasi yang memerlukan efisiensi dalam pemanfaatan lahan, untuk mendukung kepentingan tersebut seperti peruntukan pengembangan pelabuhan, pembangunan sarana transportasi, penataan kawasan wisata serta pembangunan segala fasilitas pendukungnya pada satu kawasan kota pantai.

Menurut Hari Susanto Rencana jangka panjang pembangunan Rembang Sea Front City (RWC) akan diawali dengan pembangunan jalan wisata pantai koridor Sarang – Sluke – Kaliori sepanjang kurang lebih 65 Km yang dilakukan dalam dua tahap. Tahap I koridor Sluke – Kalori sepanjang kurang lebih 25 km dan tahap II koridor Sluke-Sarang sepanjang kurang lebih 40 Km. ”Pembangunan jalan wisata pantai koridor I direncanakan menggunakan 4 lajur dan 2 lajur pedestrian dengan lebar jalan 30 m sepanjang kurang lebih 25 km.” ujar Hari.

Lebih lanjut Hari mengatakan struktur proyek direncanakan menggunakan sistem investasi BOT (Build Operate Transfer) maupun sistem konsesi kepada investor swasta. Dalam sistem BOT berarti Pemerintah Kabupaten Rembang yang akan memiliki proyek dan pihak ketiga yang akan membangun infrastruktur dan fasilitas, memperkerjakan pegawai serta menjalankan proyek selama periode tertentu dan menyerahkan kembali asset dan operasi kepada Pemerintah Kabupaten Rembang setelah periode berakhir.

Hari menerangkan Pengembangan potensi wilayah Kabupaten Rembang yang memiliki panjang pantai + 65 Km yang didukung sumber daya alam yang melimpah serta keterkaitan ekonomi regional wilayah sekitar, dengan pembangunan Jalan pantai Koridor I Sluke- Kaliori dalam kerangka pembangunan Rembang Sea Front City sangat berpeluang untuk meningkatkan dan menggerakan perekonomian Kabupaten Rembang.  Selanjutnya ditinjau dari aspek Teknis dan Bisnis maka pembangunan Jalan pantai Koridor I Sluke- Kaliorimemenuhi kelayakan dan dapat dilaksanakan mulai akhir tahun 2010.

Iklan

Komentar ditutup.