Jalur Wisata Tireman-Pamotan

Batik dan Bengkoang

Jalur Tireman-Pamotan yang kurang lebih memiliki panjang 17 km merupakan jalur alternatif yang menghubungkan pusat kota Kabupaten Rembang dengan wilayah Rembang timur. Jalur tersebut oleh sebagian masyarakat Rembang lebih sering dilalui manakala jalur utama pantura mengalami kerusakan yang menyebabkan kemacetan.
Oleh sebagian masyarakat luar Kabupaten Rembang jalur tersebut juga menjadi alternatif untuk mencapai tujuan baik itu menuju ketimur atau sebaliknya. Hal lainnya panorama alam bernuansa pedesaan yang ditawarkan jalur tersebut memiliki perbedaan dengan panorama alam jalur pantura yang biasanya didominasi oleh panorama pantai.
Selain itu disepanjang jalur tersebut juga terdapat berbagai kios kuliner mulai dari warung makan umum sampai dengan warung makan yang menjajakan makanan khas Kabupaten Rembang yaitu lontong tuyuhan. Salah satu warung yang terkenal terletak di desa Sendangagung, jika anda datang pada saat jam makan siang maka siap-siap untuk mengantri. Ketika musim buah bengkoang disepanjang jalur tersebut dengan mudah dapat kita temui buah bengkoang ditawarkan sepanjang jalur tersebut.
Tak mau kalah dengan pedagang makanan maupun buah, para pengrajin batik juga biasanya membuka dagangannya didepan rumah. Di sore hari selepas dari ladang para ibu-ibu kadang membatik kain didepan rumah mereka, sungguh hal tersebut merupakan pemandangan yang sangat langka meskipun jumlahnya masih sangat sedikit dibanding dengan pedagang kuliner yang jumlahnya mencapai puluhan disepanjang jalur tersebut.
Namun sayang keberadaan mereka sebagian masih kurang tertata rapi, selain itu kurangnya promosi menyebabkan wisatawan yang sengaja melintasi kawasan tersebut sangat kurang jika ada biasanya hanya bagi mereka yang tahu saja. Jika saja didepan jalur Tireman-Pamotan dibuat gapura wisata selamat datang selain itu Embung Rawasetra yang terletak dipintu masuk jalur Tireman dimanfaatkan untuk kawasan ekonomi seperti yang diungkapkan oleh Bupati Rembang H. Moch Salim beberapa saat yang lalu dalam kegiatan penanaman seribu pohon, bukan tidak mungkin hal tersebut semakin menarik minat wisatawan untuk melintasi jalur tersebut. Penataan pada kios-kios pedagang tersebut juga mutlak diperlukan untuk memberikan kesan yang baik bagi wisatawan.
Dengan akan berdirinya pabrik semen di Kabupaten Rembang akan memperbanyak pendatang dari luar daerah yang berkunjung di Rembang. Diperlukan momen yang indah agar mereka mau datang kembali di Kabupaten Rembang selain untuk berbisnis. Oleh karena itu keberadaan jalur wisata Tireman-Pamotan juga merupakan salah alternatif untuk menarik wisatawan.

Iklan

Komentar ditutup.