Santoso, Pelestari Batik Lasem

Motif Belanda

Kebijakan Pemerintah Kabupaten Rembang yang mewajibkan penggunaan batik sebagai seragam merupakan salah satu faktor penggerak kebangkitan batik tulis lasem yang sempat terpuruk. Hal tersebut diakui Santoso pemilik batik merek pusaka beruang ketika ditemui di showroomnya di desa karang turi Kecamatan Lasem.

Sebelum meneruskan usaha batik orang tuanya Santoso bekerja sebagai buruh pabrik di Jakarta. Setelah sempat merantau ke Jakarta, Santoso pulang ke Lasem untuk meneruskan usaha yang pernah di rintis keluarganya yaitu membuat batik tulis Lasem. Santoso mengaku saat pertama membuat batik, hampir satu lemari kain yang telah di batik sobek karena salah dalam perlakuannya.

Namun setelah mendapat pelatihan batik yang diselenggarakan Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Rembang  Santoso mengaku mengetahui cara pewarnaan batik yang benar dan dapat mengembangkan sesuai dengan kebutuhan.

Saat ini Santoso memiliki ratusan karyawan padahal ketika memulai usahanya pada tanggal 13 Mei 2005 dia hanya memiliki empat orang karyawan. “Pekerjaan karyawan bersifat borongan dengan upah Rp 20.000 sampai Rp 35.000,- per hari,” ujar Santoso.

Selain itu dengan bekerjasama dengan salah satu bank nasional milik pemerintah karyawan batik santoso diberi kredit ringan untuk dapat mengembangkan diri. “Pemberian kredit ini bertujuan agar buruh (karyawan) batik dapat lebih sejahtera, salahsatunya dengan dibelikan hewan ternak sehingga pendapatan buruh tidak dari membatik saja tapi juga dari bidang lain,” harap Santoso.

Hal lain yang dilakukannya adalah mendirikan Kampung Batik di Desa keropoh Kecamatan Pancur. Ketika sore hari kita ke perkampungan batik tersebut dapat kita temui banyak ibu-ibu yang membatik didepan rumah mereka. “Kita sudah memiliki wisata kuliner lontong tuyuhan yang letaknya tidak jauh dari kampung batik ini, semoga saja kedua hal ini (wisata kuliner dan kampung batik-red) dapat digabung,” kata Santoso.

Terkait dengan motif batik Lasem sekarang ini, Santoso mengatakan Batik Tulis Lasem sudah berkembang dan tidak tergantung kepada beberapa motif saja. Selain itu dia juga mereproduksi batik-batik jaman dahulu seperti batik belanda, namun diakui Santoso untuk pewarnaan ada beberapa warna yang tidak dapat dimunculkan kembali.

Usaha yang telah dilaksanakan Santoso menuai hasil yang bahkan tidak dibayangkan olehnya, salahsatunya penghargaan upakarti dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2010.

Iklan

Komentar ditutup.