Melalui Kawis, Perkenalkan Rembang

H. Imam Tohari

Kawis atau kawista (Limonia acidissima) sangat identik dengan Kabupaten Rembang. Pohon Kawis sendiri cocok hidup didaerah dengan curah hujan rendah alias lahan kering. Selain itu mampu bertahan pada tanah dengan salinitas (tingkat keasinan) yang tinggi.

Oleh masyarakat Rembang buah kawis diolah menjadi berbagai makanan dan minuman olahan dengan cita rasa yang khas. Untuk minuman, dengan rasa manis berpadu dengan asam, dengan aroma harum segar berfermentasi menyebabkan minuman ini dijuluki dengan nama java cola. Bahkan beberapa orang yang mencicipi minuman ini berani menyandingkan dengan minuman berfermentasi dari merek yang sudah terkenal. “Saat ini kami sedang bekerjasama dengan sejumlah mahasiswa Perguruan Tinggi untuk membuat serbuk minuman dari buah kawis,” ungkap H. Imam Tohari (55) salah satu pengusaha yang berhasil mengembangkan kawis menjadi berbagai makanan dan minuman.

Selain minuman, H. Imam Tohari juga berhasil membuat selai dan madumongso dari serat kawis. Untuk madumongso menurut lilik salah satu pengemar olahan buah kawis teksturnya lebih lembut daripada madumongso biasa. Hal tersebut diakui oleh Imam namun demikian untuk olahan makanan masih membutuhkan promosi karena termasuk jenis baru.

H. Imam Tohari sendiri merupakan salah satu dari sedikit orang yang terus berupaya meningkatkan pamor buah kawis. ”melalui kawis saya juga bisa memperkenalkan Kabupaten Rembang kepada dunia luar,” ujar Imam.

Untuk promosi Imam mengaku mengikuti berbagai even nasional termasuk salah satunya Jakarta Fair yang diselenggarakan setahun sekali untuk memperingati ulang tahun kota Jakarta. “Pasarnya paling bagus ketika mengikuti Jakarta Fair,” kata Imam suatu saat ketika di wawancarai salah satu media televisi Nasional.

Memang olahan kawis yang dihasilkan H. Imam Tohari sering diliput oleh berbagai media baik cetak maupun elektronik.

Selain itu pemilik Karya Bhakti Makanan dan Minuman (KBM2) ini mendorong para generasi muda untuk mau menggeluti usaha yang dia geluti sekarang ini. Saat ini sejumlah siswa SMA dan SMK di Kabupaten Rembang mengikuti semacam Praktik Kerja Lapangan (PKL) di perusahaannya. Mereka belajar seluk beluk pembuatan sirup hingga makanan olahan dari serat sirup.

Imam berharap kelak muncul pengusaha muda yang bisa diajak bermitra bersama.

Iklan

Komentar ditutup.