Si Pendatang Baru, Batik Tulis Dewi Intan

Kebijakan Pemkab Rembang untuk menggunakan seragam batik bagi pegawai negeri sipil (PNS) dilingkungan pemkab Rembang setiap hari rabu s/d jum’at membuat peluang usaha batik khususnya batik tulis lasem di Kabupaten Rembang semakin prospektif.

Hal tersebut membuat ibu Robisah berani membuat kerajinan batik tulis dengan merek dagang Dewi Intan. Sebelumnya warga desa pohlandak kecamatan Pancur ini berprofesi sebagai penjual makanan kecil dan menawarkan batik milik salah satu pengusaha batik didesa pohlandak yang sudah lebih dulu terkenal ditiap-tiap instansi.

Melihat animo peminat batik yang cukup tinggi Robisah memberanikan diri untuk membuat batik sendiri walaupun tidak memiliki keterampilan dasar membuat batik. Setelah lebaran tahun 2010 Robisah membeli kain dua lembar dan mulai membatik dengan meniru corak-corak yang sudah ada dan ternyata batik yang dia buat disukai oleh pelanggannya. Sejak saat itu Robisah mulai membuat batik sendiri dengan merek dagang Dewi Intan.

Soal kualitas Robisah berani menjamin selain itu untuk motif yang dibuatnya sudah mulai beragam seperti corak mega mendung dengan motif naga, aseman, sekar jagad, bledak miring dan lain-lain. ”Harga batik yang saya jual mulai dari harga Rp 90 ribu-Rp 350 ribu,” ujar Robisah.

Untuk pemasarannya, Robisah langsung menawarkan ke pembeli di kantor-kantor mulai dari Kragan, Rembang dan Pati selain diambil oleh bakul (pedagang) lain.

Dia berharap produknya semakin dikenal oleh masyarakat luas melalui ajang pameran Rembang Expo yang diselenggarakan tiap tahun oleh Pemkab Rembang.

Iklan

Komentar ditutup.