Hotel Antika Pertahankan Bangunan Tiongkok Kuno

Suasana Restoran Hotel Antika

Suasana Restoran Hotel Antika

Suasana makan malam di Restoran Antika yang dilengkapi ornamen-ornamen khas dari negeri tirai bambu dengan pohon mangga yang sedang berbuah yang terletak di halaman depan restoran mengingatkan kita pada Lasem Tempo dulu. Hal tersebut menjadi salah satu andalan Hotel Antika untuk pengunjung hotel yang ingin bernostalgia.

Menurut Manajer Hotel Antika Sri Asih Bangunan rumah kuno di Hotel Antika masih terjaga keasliannya selain bangunan, furniture dan barang-barang antik juga ada di ruangan hotel maupun restoran. selain menawarkan suasana Oreintal dimana restauran Hotel Antika merupakan bangunan tiongkok kuno 1800 tahun yang lalu. konsep Minimalis dan modern adalah konsep yang ditawarkan oleh hotel Antika.

” Hotel Antika sendiri dibangun dengan konsep minimalis dengan menyediakan fasilitas, kenyamanan serta pelayanan layaknya hotel bintang lima,” ujar Sri Asih.

Sri Asih mengatakan Hotel Antika memiliki 32 kamar yang terdiri dari 2 VIP Room, 18 Superior, 2 standar room dan 10 economy room.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rembang Drs Noor Effendi mengungkapkan Jumlah Hotel di Kabupaten Rembang sekitar 18 Hotel.

Menurut Noor Effendi, ketersediaan sejumlah hotel dengan keunikannya masing-masing merupakan penunjang sektor pariwisata dan perkembangan industri kepariwisataan di kabupaten itu.

“Ada banyak pilihan hotel di kabupaten ini. Tersedia hotel yang mengunggulkan kekhasan kuliner di dalamnya, ada yang mengutamakan kedekatan dengan akses jalan raya, menonjol karena harganya, serta memiliki kekhasan karena corak bangunannya yang unik,” katanya.

Hanya, lanjut dia, meski mengusung keunggulannya masing-masing, semua pengelola hotel diminta tetap menerapkan sapta pesona kepariwisataan.

“Sapta pesona yang di dalamnya terkandung tentang kebersihan, kenyamanan, keindahan, aman dan memberikan kenangan manis bagi wisatawan, tetap harus diterapkan,” katanya.

Secara terpisah Wakil Bupati Rembang H. Abdul Hafidz mengatakan di era globalisasi, pariwisata adalah salah satu sektor yang dapat dikembangkan menjadi potensi industri yang luar biasa. Seperti negara- negara maju, seperti Singapura, Korea dan negara-negara lain yang terus mengembangkan sektor industri pariwisata untuk dapat meningkatkan pendapatan negara. Dari sektor pariwisata, akan dapat menghidupkan seluruh roda perekonomian masyarakat, mulai dari industri-industri kecil dan menengah, seperti home industri makanan khas suatu daerah, kerajinan atau souvenir dari suatu daerah, termasuk perhotelan yang dapat menunjang atau mendukung perkembangan sektor pariwisata.

“Untuk itu berdirinya Hotel antika Rembang ini, sangat tepat sekali, karena nantinya dapat mendukung pengembangan sektor perekonomian dan pariwisata di Kabupaten Rembang yang sedang berkembang pesat.” Kata Wabup.

Iklan

Komentar ditutup.