Jadikan Rembang Pusat Pertanian Tembakau

Panen Tembakau

Panen Tembakau

Bupati Rembang H. Moch Salim mengatakan sangat bangga dengan adanya panen raya tembakau di wilayah Kabupaten Rembang. Hal tersebut diungkapkan Bupati saat perayaan Gebyar panen raya 2011 Tembakau Marem di desa Pragu Kecamatan Sulang, belum lama ini.

“Mbah KH Maemun Zubeir pernah bilang Rembang pernah menjadi pusat tembakau,” ujar Bupati.

Bupati bersyukur dengan adanya panen raya tembakau ini membuktikan masyarakat Rembang mau bekerja keras dan sungguh-sungguh.

Bupati juga berjanji tahun-tahun mendatang akan mealokasikan anggaran yang lebih besar dana bagi hasil cukai hasil tembakau untuk memajukan pertanian tembakau di Kabupaten Rembang.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Ir Sutomo mengatakan pada tahun 2012 mendatang Pemerintah Kabupaten Rembang, akan mengembangkan seluas 500 hektare tanaman tembakau sebab prospek pengembangan bahan baku rokok itu di Kabupaten Rembang cukup menjanjikan.

“Meningkatnya produktivitas tembakau per hektare yang dikembangkan petani dalam dua tahun terakhir mendorong kami untuk terus mengembangkannya,” kata Sutomo

Sutomo menyebutkan, pada 2010 pihaknya hanya mengembangkan tembakau pada lahan milik petani seluas 20 hektare. Saat itu, produktivitas per hektare masih rendah atau hanya mencapai 400 kilogram per hektare dari produksi ideal 1,5 ton.

“Namun, produktivitas itu naik pada 2011 ini. Dari semula hanya 16 petani tembakau naik menjadi 200 petani tembakau dengan areal pertanian seluas 80 hektare pada tahun ini dan setiap hektare lahan tembakau sudah mampu menghasilkan 1,3 ton. Melihat perkembangan ini kami terdorong untuk mengembangkannya hingga 500 hektare pada 2012,” kata dia.

Menurut Sutomo, meningkatnya produktivitas pertanian tembakau itu dicapai melalui kerjasama petani dengan perusahaan mitra, PT Sadana Arif Nusa.

“Perusahaan mitra tersebut memberikan bantuan teknik dan teknologi secara cukup kepada petani, sehingga petani menjadi lebih terampil dalam mengembangkan tanaman tembakau,” katanya.

Sutomo juga mengatakan rencana pengembangan tembakau hingga 500 hektare pada 2012 didasarkan pada tingginya permintaan petani turut serta mengembangkannya pada masa menjelang musim kemarau.

“Sampai dengan 2011 ini, jumlah petani tembakau baru mencapai 200 orang. Namun, berdasarkan pemetaan kami bersama perusahaan mitra, sejauh ini sudah ada 600 petani yang mendaftar untuk turut mengembangkan tembakau setelah musim panen tanam pertama 2011-2012,” kata Sutomo.

Terkait rencana pengembangan itu, kata Sutomo menambahkan, pemkab setempat berkomitmen untuk mengalokasikan dana bagi hasil cukai hasil tembakau lebih besar untuk pengembangan komoditas ini pada 2012.

Namun, karena besarnya dana bagi hasil cukai hasil tembakau dari Pemerintah belum diketahui, pihaknya belum bisa menyampaikan proporsi alokasi penggunaan dana itu untuk pengembangan tembakau.

“Kami juga akan mengupayakan bantuan pembuatan sumur dangkal di sekitar lahan petani untuk menunjang pertumbuhan tanaman tembakau ini,” katanya.

Iklan

Komentar ditutup.