Si Manis dari Kebon Agung

Pedagang Legen

Desa Kebonagung Kecamatan Sulang memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk wisata terutama wisata kuliner. Meskipun bukan satu-satunya Desa yang menghasilkan makanan dan minuman khas daerah pantura yaitu Legen, Siwalan dan Dumbeg. Namun mayoritas penduduk desa setempat memilki pohon Bogor yang menghasilkan minuman Legen.

Air Legen, berwarna putih pekat memilki aroma yang tajam dan rasa manis dan sedikit asam, dipercaya mampu menyembuhkan penyakit perut seperti maag dan diare.

Sumirah salah satu penduduk Desa Kebonagung yang juga menjual legen mengatakan dalam satu hari di musim kemarau untuk pagi hari mampu panen legen sebanyak 30 botol minuman air kemasan ukuran besar sedangkan sore hari menghasilkan 15 botol dengan harga jual Rp 3000,-/ botol.

Menurutnya rata-rata pembeli terutama yang dari luar kota langsung mendatangi ke pohon bogor miliknya. “Pernah pembeli dari Blora mencicipi air legen dari sepuluh pohon yang berbeda setelah cocok mereka hanya mau membeli legen dari pohon tertentu saja,” ujar Sumirah.

Memang legen memiliki keunikan yaitu tiap pohon menghasilkan rasa legen yang berbeda hal tersebut tergantung struktur tanah dimana pohon tersebut tumbuh.

Selain legen para tamu juga bisa disuguhi buah khas Rembang lainnya seperti Siwalan dan Dumbeg. Untuk Dumbeg makanan ini terbuat dari adonan tepung beras yang dicampur gula dimasukan dalam cetakan daun lontar sehingga memiliki aroma yang khas. Sebagai penambah cita rasa dapat ditambah potongan buah nangka atau kelapa muda.

“Untuk satu buah dumbeg dijual dengan harga yang sangat terjangkau yakni Rp 600,- sampai Rp 1000,- tergantung besar kecil ukurannya,” ungkapnya.

Jika hal – hal tersebut dapat dikemas dalam satu paket yang menarik sehingga seperti wisata kebun durian warso di Bogor atau wisata agrobisnis perkebunan apel di Malang bukan hal yang mustahil Rembang semakin banyak dikunjungi tamu dari luar daerah.

Iklan

Komentar ditutup.