Karang Taruna ”Karya Mina” Peduli Keberadaan Terumbu Karang

Karang Taruna Karya Mina

Seakan menjadi kado akhir tahun 2011, pada puncak Peringatan  Hari Nusantara yang dipusatkan di Dumai, Pekanbaru Riau, baru-baru ini, Bupati Rembang H Moch Salim meraih penghargaan Adibakti Mina Bahari dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia  atas peran aktifnya dalam pembangunan kelautan dan perikanan. Selain itu, Karang Taruna “Karya Mina”  Desa Tunggul Sari Kecamatan Kaliori juga meraih Juara I bidang pesisir kategori kelompok masyarakat tingkat nasional 2011.
Bupati Rembang H Moch Salim menjelaskan,   penghargaan tersebut  merupakan bentuk pengakuan dari Pemerintah Pusat dan bukti bahwa seluruh lapisan masyarakat Rembang mendukung program-program minapolitan yang sedang berjalan di Rembang. ”Pemerintah Pusat menilai Kabupaten Rembang mempunyai peran aktif di bidang kelautan dan perikanan,” tutur  H Moch salim.

Bupati Rembang  berharap kedepan sektor kelautan dan perikanan dapat semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat, oleh karena itu, Bupati Rembang  meminta sektor kelautan dan perikanan disengkuyung oleh seluruh pihak.  Dikatakan pula, raman produksi ikan Kabupaten Rembang tahun 2011 ini sampai dengan bulan November 2011 mencapai 251,7 miliar. ”Tahun ini kami mampu menyetor PAD sebesar 9 miliar melebihi setoran PAD tahun lalu yang hanya 6,7 miliar, katanya.

Sementara itu Ketua Karangtaruna ”Karya Mina” Desa Tunggul Sari Yauma saat ditemui wartawan di kantornya mengatakan, selama ini orgnisasi yang dipimpinnya memiliki prioritas program unggulan yaitu pendampingan terhadap olahan hasil tangkap, penanaman mangrove, dan menciptakan peluang usaha. ”Di bidang pendampingan pengolahan hasil tangkap kita dampingi warga sehingga hasil tangkap bisa dioalah menjadi sejumlah makanan antara lain krupuk ikan. Di bidang penanaman mangrove kita telah melakukan kerja bhakti penanaman mangrove yang saat ini mencapai kurang lebih 3 hektar. Sedangkan di bidang menciptakan peluang usaha, telah didirikan unit pertokoaan kebutuhan nelayan,” kata Yaoma.

Dikatakan pula, pihaknya juga sangat memperhatikan keberadaan terumbu karang. ” Kita juga pernah membuat Terumbu Karang buatan sekitar 30 unit dan melakukan transpalasi terumbu karang. Kegiatan tersebut kita didampingi oleh Tim Ahli dari Universitas Diponegoro,” jelas Yaoma.

Yauma juga  menceritakan, cikal bakal berdirinya  Karang Taruna ”Karya Mina” yaitu berasal dari sebuah organsasi ”Taruna Nelayan. ” Melihat keberadaan Taruna nusantara sangat dibutuhkan  dan manfaatnya makin dirasakan warga Tanggul Sari, atas petunjuk Kepala Desa Tunggul Sari Sunarto, dibentuklah Karang Taruna Karya Mina yang menjangkau satu desa, karena sebelum dibentuk menjadi karang taruna keanggotaan ”Taruna Nelayan” belum menjangkau satu desa.

Kini Karangtaruna ”Karya Mina” telah menjadi sebuah organisasi yag memiliki kantor, lengkap dengan susunan pengurus, poto-poto kegiatan dan melakukan sejumlah kegiatan yang bermanfaat bagi warga desa Tunggul Sari Kecamatan Kaliori.

Iklan

Komentar ditutup.