Banun Putra Daerah Rembang yang Membanggakan

Bukan terpilih menjadi Ratu Kecantikan ato juara lomba menyanyi. Banun Diyah Ardani warga Desa Sumberrejo Kecamatan Rembang, berhasil terpilih mewakili Indonesia di ajang Harvard National Model United Nations (HNMUN) tahun 2012, atau simulasi persidangan PBB yang diselenggarakan Universitas Harvard, di Boston Park Plaza.
Mahasiswi Fisipol UNDIP Semarang ini tidak sendiri, dia bersama 15 rekan lainnya lolos mengalahkan kompetitor dari Universitas-universitas lainnya. Mereka berada di UNHCR, suatu komite PBB yang membidangi masalah HAM yang terjadi di dunia. Sebelumnya, dia mengirim makalah tentang buruh migran atau traficking. “ Saya tertarik dengan isu traficking, karena memang menjadi permasalahan Internasional yang sampai saat ini belum terselasaikan”ujarnya. Dan hasilnya makalah tersebut dianggap menarik untuk dibahas di persidangan yang akan diikuti sekitar 3000 delegasi dari seluruh negara di dunia.
Mahasiswi yang selalu tampak ceria dan penuh semangat ini memang selalu menyisihkan waktu untuk mempelajari buku-buku jurnalis tentang Hak Asasi Manusia. Dia berpendapat bahwa eksploitasi, diskriminasi, perdagangan manusia dan mempekerjakan anak di bawah umur harus diperangi. Polemik buruh migran sendiri terjadi tidak hanya di Indonesia,namun di sebagian besar negara di dunia.
Dia mempunyai harapan besar setelah semua delegasi dari semua negara berkumpul dan membahas permasalahan tersebut, nantinya akan dihasilkan resolusi yang diaplikasikan oleh negara-negara anggota PBB. Dara kelahiran 13 April 1990 itu bertekad menjadi delegasi yang aktif untuk memperjuangkan tentang permasalahan traficking.
Selain membawa misi memperjuangkan pelanggaran HAM, sebagai warga Rembang dia telah mempersiapkan jas batik tulis Lasem yang khusus akan dipakai di ajang tersebut. “Selain untuk menarik perhatian delegasi lain, jas ini sekaligus menjadi misi pribadi mempromosikan batik khas Lasem, Rembang agar bisa go internasional.”katanya. (mifta)

Iklan

Komentar ditutup.