Rembang Segera Miliki Hotel Bintang Tiga

Lokasi Calon Hotel Bintang Tiga

Jalur Pantura di Kabupaten Rembang menyimpan potensi yang menjadi daya tarik pelaku bisnis perhotelan. Meski sudah ada 18 unit hotel di kabupaten itu, sejumlah investor masih menaruk minat untuk mendirikan hotel berbintang di kabupaten paling timur Pantura Jawa Tengah itu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Rembang Hamzah Fatoni membenarkan jika pemkab saat ini tengah memproses pengajuan izin pendirian hotel berbintang tiga di wilayah Kota Rembang. Pendirian hotel baru itu akan memanfaatkan lahan kosong di pinggir jalur Pantura Kota Rembang, persis di depan SMP 2 Rembang.

“Pemkab mendukung sekali rencana investasi ini. Pendirian hotel berbintang ini menjadi bukti mulai tumbuhnya perekonomian Rembang dimata pelaku usaha sektor perhotelan,” jelasnya.

Dari kajian dan analisis yang dilakukan tim Pemkab Rembang, Sekda menegaskan jika pendirian hotel baru ini juga tidak menyalani ketentuan tata ruang sesuai perda Rerda RTRW Kabupaten Rembang. Sebab secara keruangan, kawasan itu memang boleh ditempati usaha perhotelan.

Apalagi tanah bakal lokasi merupakan tanah milik pribadi. “Tidak ada masalah dengan ketataruangan. Pendirian hotel berbintang ini diharapkan menjadi trigger (pemicu – Red) pertumbuhan ekonomi di Rembang. Diharapkan nantinya akan muncul usaha maupun industri lain,” katanya.

Sebelumnya, Pemkab Rembang memang berupaya menawarkan lahan untuk investasi di bidang perhotelan. Bahkan kawasan gedung Balai Kartini sempat ditawarkan ke pemilik modal untuk dikembangkan menjadi hotel berbintang. Hanya saja penawaran itu belum mendapat sambutan dari para investor. Total sudah ada sebanyak 18 hotel yang membuka jasanya di kabupaten itu.

Hamzah mengatakan, untuk mendukung munculnya kawasan industri di kabupaten itu, pemkab tengah menyusun pengaturan kawasan industri besar. Zonasi itu nantinya bisa menjadi panduan pemilik modal untuk menanamkan investasinya di Kabupaten Rembang.

Total ada lahan seluas 869 ha yang akan disediakan untuk kawasan zonasi industri besar tersebut. Lahan seluas itu masing-masing tersebar di Kecamatan Kota Rembang (173 ha), kawasan industri Sluke (491 ha) dan kawasan industri gunem khusus untuk pertambangan seluas 205 ha.

Iklan

Komentar ditutup.