Tahun ini Mangga Melimpah

Khamim sedang menyortir mangga

Musim kemarau panjang kali ini membuat petani mangga mendapat berkah yakni panen mangga yang melimpah ruah. Petani mangga asal Kragan Sukaeri mengatakan mangga bersahabat dengan kemarau, sebab bunga mangga tidak akan berguguran sebagaimana jika terjadi hujan sehingga dapat menjadi buah dengan baik.

Dalam satu pohon, lanjutnya biasanya menghasilkan sekitar 25-30 Kg bila berusia dibawah 10 tahun, jika pohon mangga berusia ditas 10 tahun bisa menghasilkan satu kuintal lebih mangga per pohon.

Namun demikian panen mangga yang melimpah tersebut tak diimbangi dengan harga yang bagus, justru tahun ini harga mangga jatuh dari Rp 9000,-/Kg turun menjadi Rp 2.800 – Rp 3000,-/Kg untuk mangga klasifikasi A.

“Bahkan untuk mangga dengan klasifikasi B harganya turun mencapai Rp 800 – Rp 900,-/Kg,” keluh H. Khamim salah seorang pengepul mangga di Kecamatan Lasem.

Menurut Khamim penurun ini dikarenakan stok yang melimpah sehingga berlaku hukum pasar. Dalam satu hari Khamim mengaku mampu menyerap mangga 5-7 ton.

Pria asli Desa Sendangagung Kecamatan Pamotan ini menjelaskan mangga yang dia dapat berasal dari beberapa daerah seperti labuhan, trahan Sluke, Sale bahkan sampai Kabupaten Bojonegoro yang kemudian dikirim ke kota-kota besar seperti Bandung dan Jakarta.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dan Hortikultura Distanhut Kab. Rembang, Mulyono membenarkan sampai dengan bulan Oktober adalah masa panen raya mangga. Sudah menjadi hukum pasar, ketika jumlah barang banyak, akan berdampak terhadap penurunan harga.

Tetapi khusus mangga Rembang, ia yakin tetap mampu bersaing, karena digandrungi konsumen. Kalaupun harga turun, tidak terlalu mencolok.

 

 

 

 

Iklan

Komentar ditutup.