Desa Ngadem Rembang Melestarikan Sedekah Bumi dengan Pacuan Kuda

Balap Kuda

Balap Kuda

Ratusan warga mulai anak kecil, bapak- bapak bahkan ibu-ibu beramai-ramai memadati lapangan sepakbola desa Ngadem kecamatan kota, Kabupaten Rembang, belum lama ini.  Namun kedatangan mereka di lapangan hijau ini tidak untuk menyaksikan pertandingan sepakbola. Melainkan balap kuda yang memang digelar oleh pihak desa setempat untuk meramaikan acara sedekah bumi setiap tahunnya.

Acara balapan kuda tersebut memang sudah ditunggu-tunggu warga, setiap desa ini merayakan sedekah bumi. tidak hanya warga sekitar namun juga dari warga diluar kecamatan Rembang yang sengaja datang untuk menyaksikan salah satu hiburan murah yang memang jarang sekali dijumpai.

Lomba Balapan kuda ini diikuti oleh 12 peserta yang tidak hanya berasal dari warga desa Ngadem, namun juga dari desa lain seperti desa jeruk Kecamatan Kaliori.

Menurut keterangan Kepala Desa Ngadem, Darsono, di babak penyisihan peserta di bagi 4 grup, masing-masing grup terdari atas 3 pembalap. Mereka akan melakukan balapan dengan tiga putaran, yang mencapai garis finish pertama akan melaju ke babak final.

Setelah berhasil menemukan empat nama yang terdepan dalam tiap grup. Keempat finalis ini akan bersaing memperebutkan posisi juara 1, 2 dan 3 dengan melintasi lintasan balap sebanyak lima kali putaran.

Dalam babak final, Joki kuda fadlan dari desa Jeruk Kaliori menjadi juara satu. fadlan berhasil menjadi yang terdepan setelah melesat jauh dari ketiga finalis lainnya yaitu Bari dari desa Siman Kaliori, Sawio dari weton dan Kecik joki tuan rumah.

Balap kuda adalah salah satu tradisi lokal dari beberapa desa di kabupaten Rembang yang terus dilestarikan oleh warga setempat.  Dalam Balapan kuda ini, kita bisa mengambil  nilai-nilai seperti nilai perjuangan untuk memenangkan perlombaan dan nilai sportifitas.

Kesenian pacuan kuda itu sudah ada sejak Zaman Majapahit. Saat itu, Pangeran Sri Sawardana, adik penguasa Lasem, Bhree Lasem (Dewi Indu), berniat membentuk prajurit . Selain Desa Ngadem, lomba serupa setiap tahun juga digelar Di Desa Ngotet dan Desa Pengkol, Kecamatan Kaliori, Rembang. Tradisi sedekah bumi merupakan tradisi yang dipertahankan masyarakat pesisir timur Jawa Tengah, sebagai ungkapan syukur masyarakat karena telah berhasil menikmati rezeki yang diberikan Sang Khalik. Masyarakat setempat sehari- harinya bercocok tanam, dan sebagian melaut.

Selain itu Balap kuda ini juga bisa menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang ingin berkunjung di Rembang.

Iklan

Komentar ditutup.