Lasem, Kebangkitan Sebuah Peradaban yang Hampir Tenggelam

Lasem dari masa ke masa Dahulu Kota Lasem merupakan salah satu kota yang ternama di Indonesia, selain memiliki pelabuhan di daerah Dasun, Lasem juga terkenal sebagai pusat perdagangan yang ramai dikunjungi beragam pedagang dari berbagai daerah, tak heran di Lasem terjadi berbagai macam akulturasi budaya daerah bermacam-macam suku bangsa salah satunya adalah kerajinan batik tulis Lasem

Namun seiring perkembangan waktu kota Lasem mulai tenggelam dan mulai dilupakan orang bahkan kerajinan batik di Lasem sempat ditinggalkan oleh para pengrajinnya dan rumah-rumah cina yang merupakan simbol bahwa Lasem sebagai tiongkok kecil ditinggal pemiliknya hingga tak terawat.

Sekelompok masyarakat yang mencintai Lasem tergerak untuk membangkitkan peradaban Lasem yang hampir tenggelam itu.

Dimulai dari mengadakan acara-acara kecil yang mengundang tamu-tamu dari luar lasem untuk menikmati kebudayaan, kerajinan dan peninggalan Lasem tempo dulu hingga dipenghujung tahun ini mereka mengadakan Lasem Festival 2013 yang menyuguhkan berbagai potensi yang ada di kota Lasem.

Dimulai dari napak tilas pejuang lasem, pameran arkeologi dan seni lukis, pasar batik lasem, pagelaran seni hingga Lasem batik carnival. Para tamu juga disiapkan berbagai homestay dengan beragam suasana.

Gubernur Jawa Tengah yang baru terpilih Ganjar Pranowo pun berkesempatan hadir dalam pagelaran tersebut, diawali dengan memberangkatkan peserta karnaval, gubernur mendatangi pasar batik tulis lasem, Gubernur sempat membeli batik tulis lasem bercorak naga, jumat (18/10).

Setelah itu Gubernur yang didampingi Bupati Rembang H.Moch Salim, Wakil Bupati H. Abdul Hafidz beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Rembang mengunjungi Rumah Heritage berarsitektur gaya Tionghoa dan Indis di Desa Karang Turi Lasem. Bahkan Gubernur sempat naik ke atas loteng rumah kuno tersebut

Usai dari mengunjungi rumah kuno tersebut gubernur mengunjungi kelenteng Cu An Kiong dan Lawang Ombo yang terletak di desa Dasun.

Di sela kunjungannya Gubernur menyatakan sekarang ini sudah dimulai kebangkitan peradaban kota Lasem yang sempat tenggelam.

Menurutnya Kebudayaan lasem merupakan kebudayaan yang kaya dilihat dari salah satu contohnya yakni batik tulis lasem.

Dilihat dari coraknya dapat terlihat batik tersebut merupakan pembauran dari budaya cina, Islam dan budaya setempat. Hal ini menandakan di Lasem sudah ada toleransi yang sangat luar biasa dimasa lalu hingga kini.

“Lasem adalah contoh Indonesia yang plural. Kebudayaan Jawa, Islam, dan China rukun dan menjadi satu. Lasem adalah tempat merah-putih. Dari festival ini, saya berharap kejayaan Lasem muncul kembal,” pujinya.

Penduduk setempatpun berharap pemerintah turut campur untuk mengembang kota Lasem menuju kota pusaka dunia.

Iklan

Komentar ditutup.