Hutan Mangrove Ikon Baru Wisata Rembang

Pengunjung sedang melewati jogging track hutan mangrove

Pengunjung sedang melewati jogging track hutan mangrove

Rindangnya hutan mangrove dan suasana pesisir di Desa Pasar Banggi Kecamatan Rembang mampu menarik perhatian wisatawan. Saat ini hampir setiap sore wisata hutan mangrove ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal.

Awalnya hutan mangrove dikembangkan oleh tokoh pelestari mangrove Rembang “Professor” Suyadi dibantu oleh Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang. Kini Suyadi menyerahkan nasib dari pengembangan hutan mangrove kepada kawula muda. Dia berharap kawasan hutan mangrove selain menjadi kawasan wisata juga dapat melestarikan kawasan pesisir Rembang.

Hutan mangrove di Pasarbanggi memiliki luas lebih dari dua hektare, namun memanjang hingga sekitar satu kilometer. Saat ini, kawasan hutan mangrove telah dilengkapi dengan “jogging track” terbuat dari papan kayu bercat merah.

Belakangan, sejumlah pengunjung lokal memanfaatkan kawasan hutan mangrove untuk melepas penat dan jalan-jalan kecil. Pihak desa percaya, apabila pengembangan hutan mangrove diseriusi, maka bisa menjadi objek wisata baru di pesisir Kota Rembang. Keunggulan dari Hutan mangrove adalah selain unik juga bisa menjadi kawasan wisata edukasi.

Saat ini kendala yang ada di obyek wisata tersebut adalah akses menuju kawasan tersebut yang masih sulit untuk dilalui. Antara tempat parkir dengan lokasi masih terlalu jauh.

Akses jalan tambak setapak memungkinkan dilebarkan. Namun karena bukan aset milik desa, perlu persetujuan dari para pemilik lahan. Ada tiga orang pemilik tambak yang dilalui jalan menuju hutan mangrove.

Gubernur Ganjar Pranowo sendiri saat berkunjung ke Hutan mangrove beberapa waktu lalu sempat memanggil salah satu pemilik tambak bernama Maskat. Gubernur menanyakan, apakah sebagian kecil dari tambak milik Maskat, boleh dipakai untuk pelebaran jalan menuju kawasan hutan mangrove.

Bagi Maskat, pelebaran jalan yang memakan sedikit tambaknya, tidak masalah. Namun dia mengingatkan, agar pihak desa menghubungi juga dua pemilik lahan lainnya. Ganjar berharap, kepada Bupati Rembang agar memperhatikan akses tersebut, demi gairah wisata setempat.

Iklan

Komentar ditutup.