Tag Archives: PARIWISATA

PANTAI GEDONG

gedong

Banyak orang suka pergi ke pantai. Tak jarang orang rela menempuh perjalanan jauh untuk mengunjungi lokasi-lokasi pantai yang termasyur, seperti pantai Kuta, Parangtritis, Pangandaran dan sebagainya. Setidaknya ada tiga hal yang kita temukan di pantai : laut luas dengan dengan gulungan ombak, pasir dan matahari (sunrise/sunset). Jika ketiga komponen tadi yang kita inginkan, maka kita tak perlu pergi jauh-jauh, cukup di seputar Rembang saja Anda sudah menemukannya. Sebutlah Pantai Taman Kartini di Rembang, Pantai Tasikharjo di Kaliori, Pantai Binangun dan Pantai Suko di kawasan BBS (Bonang-Binangun-Sluke). Satu lagi yang ingin penulis tambahkan, yaitu Pantai Gedong.

Pantai Gedong atau Pantai Caruban terletak di Dukuh Caruban, Desa Gedongmulyo, Kecamatan Lasem. Istilah ‘gedong’ dalam bahasa Jawa merujuk pada bangunan kuno. Mungkin kata ‘gedong’ merujuk pada keberadaan situs tua di Dukuh Caruban, sebuah reruntuhan candi yang dikenal dengan Candi Samodrawela. Di situ pula terdapat makam Nyi Ageng Maloka, seorang  penguasa Lasem di zaman kerajaan tempo dulu

Akses menuju Pantai Gedong cukup mudah. Ia terletak kira-kira 1,5 km dari jalan pantura. Masuk dari sisi barat SMP 1 Lasem kita akan melintasi perkampungan dan areal tambak garam sebelum sampai pada hamparan pasir putih dengan tetumbuhan semak khas pantai. Selain pasir putih, ada satu lagi keunggulan pantai ini, relatif bersih bila dibanding dengan pantai lain di kawasan Rembang.

Ramai Saat Liburan

Minggu itu hari terakhir liburan sekolah. Banyak orang berkunjung terutama warga Lasem dan sekitarnya. Selain orang tua dan anak-anak, sejumlah muda-mudi juga tampak menikmati aktifitas di pantai. Ada yang berenang, ada pula yang menendang-nendang riak ombak atau berjalan-jalan menapaki kelembutan pasir pantai.

Suasana itu dimanfaatkan sejumlah pedagang makanan untuk berniaga, dari penjual nasi uduk hingga pedagang penthol bakso. Tak hanya itu, Rais (39), seorang warga setempat, membuka jasa penyewaan ban pelampung. Dengan tarif dua ribu rupiah per pelampung baik ukuran kecil maupun besar, ia mengaku bisa mengantongi uang hinga 50-60 ribu sehari. Ia menggelar peralatan sewanya hanya selama liburan sekolah.

Pada umumnya tujuan orang pergi ke pantai adalah untuk rekreasi, melepas rutinitas sehari-hari. Ibaratnya rekreasi itu me-recharge pikiran agar bugar kembali. Tetapi ada yang lebih spesifik, pergi ke pantai untuk  terapi penyembuhan sebagaimana yang dilakukan oleh Dwi Jarwono (42), seorang PNS yang tinggal di Gedongmulyo. Ia mengaku hampir setiap hari berkunjung ke Pantai Gedong bersama anak dan istrinya, “kalo tidak pagi ya sore hari, wong dekat saja dari rumah”. Ia mengungkapkan, berendam air laut adalah untuk terapi penyembuhan anak balitanya yang menderita asma. “Alhamdulillah ada perubahan, kalo dulu sering kambuh sekarang tidak lagi. Anak saya pun jarang terkena pilek”, tuturnya.

Bagi penyuka olah raga bersepeda, Pantai Gedong asyik juga untuk dijelajahi saat air laut surut, lantaran garis pantainya yang cukup panjang (sekitar 2 km), membentang dari ujung muara Kali Kiringan dari arah barat hingga Kali Babagan di ujung timur. Di pantai ini juga banyak diketemukan kerang, sejenis binatang laut bercangkang yang dagingnya enak untuk disantap. Tampak pula sejumlah orang tengah sibuk mencari kerang dengan mengkais-kaiskan kaki ke dasar pantai yang berpasir.

Namun ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian untuk Pantai Gedong, selain abrasi (melanda sebagian besar pantai di Rembang), keberadaaan pohon peneduh juga minim. Alangkah ademnya jika sejumlah pohon semisal ketapang tumbuh di sepanjang pantai ini sehingga siang haripun kita bisa bersantai menikmati panorama laut.

Satu lagi yang patut disayangkan, kepedulian masyarakat pada kebersihan masih minim (kayaknya ini sudah menjadi kebiasaan masyarakat kita). Seperti pemandangan yang penulis saksikan, beberapa pengunjung meninggalkan sampah plastik begitu saja. Andai mereka dengan suka rela membawa pulang sampah mereka sendiri, tentu pantai ini lebih terjaga kebersihannya. Kapan ya, kita menjadi lebih ramah terhadap lingkungan dengan menjaga kebersihan saat berada di tempat manapun??

Iklan

EKSOTISME PANTAI BINANGUN

Binangun

Lokasi Pantai Binangun yang tepat di pinggir jalur Pantura, membuat setiap orang pernah singgah atau sekedar melintasinya. Bagi pengendara dari arah barat yang jenuh dengan nuansa daratan, tempat ini menyuguhkan pemandangan yang eksotis dengan hamparan laut dan perahu-perahunya yang menyegarkan mata serta sunset yang begitu mengoda.

Berbeda dengan pantai utara Jawa di sisi utara pada umumnya, Pantai Binangun berada di sisi barat daratan yang dinamai Tanjung Bendo. Ini mengakibatkan ombak di pantai ini lebih tenang. Tak heran jika banyak nelayan menjadikan tempat ini sebagai area parkir perahu terutama jenis mini purseine, guna menghindari hantaman langsung ombak Laut Jawa.

Pada Minggu pagi Pantai Binangun cukup ramai, tepatnya di depan Hotel Binangun Indah. Tempat itu merupakan area reklamasi pantai yang menjadi bagian dari proyek wisata Bonang Binangun Sluke (BBS) yang digagas oleh Pemkab Rembang. Banyak pengunjung berdatangan terutama rombongan beroda empat. Sebagian datang dari luar kota.

Pengunjung umumnya yang datang bersama keluarga itu lalu menggelar tikar dan penganan untuk sarapan pagi bersama. Lainnya hanya duduk, sekedar berjalan-jalan atau mencelupkan kaki di air laut. Sinar matahari yang hangat dan hembusan angin yang sejuk menambah keceriaan pengunjung menikmati suasana pantai.

Pantai Binangun memang tempat yang pas untuk menikmati birunya laut dan segarnya udara pagi. Di sini Anda dapat membawa pulang ikan segar dengan membelinya di TPI Binangun yang tidak jauh dari situ. Anda dapat juga menyewa perahu untuk lomban berkeliling pantai sekitar dengan tarif perahu Rp 20 – 30 ribu. Adapun bagi yang hobi mancing dengan membayar  Rp 75 ribu Anda akan diantar mancing seharian. Selain itu lokasi Pantai Binangun dekat dengan berbagai tempat wisata yaitu Agro Watu Layar, Pasujudan Sunan Bonang dan Makam Adipati Binangun. Mengunjungi Pantai Binangun dapat Anda sertakan dalam rangkaian wisata ziarah Anda (DN)